KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH

Hukumnya:

Shalat berjamaah wajib
atas setiap muslim
yang mukallaf, laki-laki
yang mampu, untuk
shalat lima waktu, baik dalam perjalanan
maupun mukim, dalam
keadaan aman, maupun
takut.
.

Rasulullah Saw.
bersabda:
“Shalat berjamaah lebih
utama dua puluh tujuh
derajat dari shalat
sendirian“
.

Ibnu Abbas
mengatakan:
"Barang siapa
mendengar azan dan
tidak menyambutnya,
maka dia tidak
menginginkan kebaikan“ .

Nabi Saw.
bersabda:
“Barangsiapa
mendirikan shalat
berjamaah selama 40
hari tanpa tertinggal
oleh takbiratul ihram,
maka Allah
menetapkan baginya
dua kebebasan, yaitu
kebebasan dari
kemunafikan dan
kebebasan dari neraka“
.

SUBHANALLAH...
Ucapkan "Aamiin" agar
anda termasuk dalam
doa ini :
Semoga kita semua
termasuk orang-orang
yang tetap istiqomah
menjaga shalat 5
waktu secara
berjamaah dimasjid
. Aamiin..

7 Tanda Ia Jodohmu

Assalamu'alaikum wr.wb.

7 Tanda Ia Jodohmu....

1. Walau baru bertemu, sepertinya kau sudah cukup mengenalnya.

2. Hatimu mudah menerima dirinya (menerima kelebihan
dan kekurangannya)

3. Setelah beberapa kali sholat istikharah timbul keyakinan tuk segera melamarnya atau menerima
lamarannya.

4. Keluargamu dan keluarganya mudah setuju.

5. Karakternya sama denganmu, jika beda sifat ia mampu
menjadi penyeimbang kekuranganmu.

6. Tak butuh waktu lama dari proses khitbah, akad dan walimah

7. Walau kau mesti menumbuhkan cinta padanya, ada keyakinan kuat untuk menjadikannya cinta sejatimu.

Moga kau segera dipertemukan jodoh yang terbaik, dalam
pandangan Allah juga pandangan hatimu. Aamiin

PERTANYAAN MALAIKAT DIDALAM KUBUR

Tanya : Man Rabbuka? Siapa Tuhanmu?
Jawab : Allahu Rabbi. Allah Tuhanku.

Tanya : Man Nabiyyuka? Siapa Nabimu?
Jawab : Muhammadun Nabiyyi. Muhammad Nabiku

Tanya : Ma Dinuka? Apa agamamu?
Jawab : Al-Islamu dini. Islam agamaku

Tanya : Man Imamuka? Siapa imammu?
Jawab : Al-Qur'an Imami. Al-Qur'an Imamku

Tanya : Aina Qiblatuka? Di mana kiblatmu?
Jawab : Al-Ka'batu Qiblati. Ka'bah Qiblatku

Tanya : Man Ikhwanuka? Siapa saudaramu?
Jawab : Al-Muslimun Wal-Muslimat Ikhwani. Muslimin dan Muslimah saudaraku..

Jawabannya sangat sederhana bukan?
Tapi apakah sesederhana itukah kelak kita akan menjawabnya?

Saat tubuh terbaring sendiri di perut bumi.
Saat kegelapan menghentak ketakutan.
Saat tubuh menggigil gemetaran.
Saat tiada lagi yang mampu jadi penolong.

Ya, tak akan pernah ada seorangpun yang mampu menolong kita.
Selain amal kebaikan yang telah kita perbuat selama hidup di dunia.

Astaghfirullahal 'Adzim..
Ampunilah kami Ya Allah..
Kami hanyalah hamba-Mu yang berlumur dosa dan maksiat..
Sangat hina diri kami ini di hadapan-Mu..
Tidak pantas rasanya kami meminta dan selalu meminta maghfirah-Mu..
Sementara kami selalu melanggar larangan-Mu..

Ya Allah...
Izinkan kami untuk senantiasa bersimpuh memohon maghfirah dan rahmat-Mu..
Tunjukkanlah kami jalan terang menuju cahaya-Mu..
Tunjukkanlah kami pada jalan yang lurus.
Agar kami tidak sesat dan tersesatkan...

Aamiin........

Kewajiban Untuk Menunaikan Jumatan

Hadits Nasai 1350

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْنُ الْآخِرُونَ السَّابِقُونَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوتِينَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ وَهَذَا الْيَوْمُ الَّذِي كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِمْ فَاخْتَلَفُوا فِيهِ فَهَدَانَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ يَعْنِي يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَالنَّاسُ لَنَا فِيهِ تَبَعٌ الْيَهُودُ غَدًا وَالنَّصَارَى بَعْدَ غَدٍ
'Kita orang-orang terakhir dari -generasi- yg terdahulu. Mereka (orang-orang sebelum kita) Telah diberi kitab sebelum kita & kita diberi kitab setelah mereka. Dan hari ini, yg Allah Azza wa Jalla tetapkan bagi mereka untuk berkumpul, justeru mereka berselisih tentangnya, kemudian Allah Azza wa Jalla memberi petunjuk kepada kita pada hari Jum'at, maka manusia mengikuti kita pada hari tersebut, sementara orang-orang Yahudi besok (Sabtu) & orang Nasrani lusa (Minggu). [HR. Nasai No.1350].
Hadits Nasai 1351

أَخْبَرَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَعَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَضَلَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا فَكَانَ لِلْيَهُودِ يَوْمُ السَّبْتِ وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ الْأَحَدِ فَجَاءَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِنَا فَهَدَانَا لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ فَجَعَلَ الْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ وَالْأَحَدَ وَكَذَلِكَ هُمْ لَنَا تَبَعٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ الْآخِرُونَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا وَالْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمَقْضِيُّ لَهُمْ قَبْلَ الْخَلَائِقِ
Allah Azza wa Jalla tak menghadiahkan hari jumat kepada orang-orang sebelum kita, sehingga orang-orang Yahudi memperoleh hari Sabtu, & orang-orang Nasrani memperoleh hari Ahad. Kemudian Allah Azza wa Jalla membawa kita & memberi petunjuk kepada kita untuk memperoleh hari jumat, Sehingga jadilah yg Ia tetapkan hari suci yaitu hari Jum'at, Sabtu & Ahad. Mereka (Yahudi & Nasrani) mengikuti kita pada hari kiamat, sementara kita adl orang terkahir dari penduduk dunia & orang-orang pertama pada hari kiamat. Hal itu diputuskan bagi mereka sebelum makhluk-makhluk. [HR. Nasai No.1351].

Niat Shalat Jumat Yang Benar

Assalamu'alaikum wr. wb.

Kebetulan bertepatan dengan hari Jum'at, maka Saya akan menulis artikel tentang bagaimana lafadz atau bacaan Niat Sholat Jumat yang biasa dibaca oleh umumnya masyarakat umat Islam di dunia.

Sekali lagi mengingatkan bahwa hukum membaca bacaan niat shalat adalah sunat, sedangkan niat yang menjadi rukun shalat adalah di dalam hati. Itu yang dianggap valid, sehingga jika sobat hanya membaca niat shalat di ucapan saja tanpa ada di dalam hati, sama saja dengan shalat-shalatan.

Begini bacaan niat shalat jumat untuk mamum, dalam tulisan dan bahasa Arab :

اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى



Ushollii fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta'aala. 
Aku niat melakukan shalat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi mamum, karena Allah ta'ala. 

Sedangkan bacaan niat shalat jumat untuk imam adalah :


اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً  امَامًا لِلَّهِ تَعَالَى



Usholli fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala. 
Aku niat melakukan shalat jum'at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi mamum, karena Allah ta'ala.

Dosa Diampuni Karena Menolong Anak Kucing

Assalamu'alaikum wr. wb.

Inilah rahasia dari Imam As-Syibli yang memiliki nama Syeikh Abu Bakr ibn Dulaf ibn Jahdar. Ia dikenal sebagai ulama sufi yang menghabiskan banyak waktunya untuk menimba ilmu dan berguru kepada banyak ulama di zamannya. Dengan ketaatan yang tinggi dalam hal ibadah, nyatanya tidak menjadi jaminan bahwa seseorang bisa diampuni dosanya, seperti kisah Imam As-Syibli, kebaikan yang remeh pun bisa menjadi penolongnya.

Kisahnya
Imam As-Syibli dikenal juga dengan keistiqomahannya dalam beribadah dan shalat serta puasa. Akan tetapi, dari sekian banyak amal ibadah yang dialkukan Imam As-Syibli semasa hidup, hanya satu amalan yang menurut orang lain ringan, yang dapat menghapus dosa As-Sibli dan berhasil meraih ampunan Allah SWT.

Di dalam kitab Nashaih Al Ibad karya Syeikh Imam Nawai Al-Batani dikisahkan, setelah sekian waktu lamanya Imam As-Syibli wafat, ada seorang temannya yang memimpikannya. Dalam mimpinya itu terlihat Imam As-Syibli nampak mendapatkan nikmat kubur.
"Wahai Imam As-Syibli, apa yang diperbuat Allah SWT kepadamu?" tanya temannya.
"Allah telah menempatkanku di tempat yang mulia," jawab Imam As-Syibli.
"Tolong beritahu aku amal apa yang engkau perbuat sehingga mendapatkan kemuliaan itu?" pinta temannya.

Mendapatkan Ampunan Allah SWT
Imam As-Syibli pun bercerita bahwa dirinya pernah ditanya Allah SWT tentang amal yang membuat ampunan datang kepadanya. Imam As-Syibli menjawab kalau dirinya telah melakukan amal baik dan ikhlas dalam beribadah. Akan tetapi, jawaban itu disangkal oleh Allah SWT. Imam As-Syibli pun langsung menjawab amal lainnya.

"Mungkin karena ibadah hajiku, puasaku, dan shalatku," kata Imam As-Syibli.
Namun, lagi-lagi penyataan itu ditolak oleh Allah SWT. Imam As-Syibli lantas mencoba mengingat-ingat amal baiknya lagi semasa hidupnya.

"Atau mungkin karena kelanggenganku dalam mencari ilmu," tebaknya.
Pernyataan itu kembali disangkal oleh Allah SWT hingga akhirnya Imam As-Syibli menyerah. Ia kemudian berkata,
"Ya Rabbi, semua itu adalah amalanku yang karenya aku harap Engkau mau memaafkanku."

Kemudian Allah SWT berfirman,
"Semua itu tidaklah membuatKu mau mengampunimu."



Imam As-Syibli Menolong Anak Kucing
Imam As-Syibli lantas bertanya,
"Lalu, karena apa Engkau berkenan mengampuniku?"

Allah SWT berfirman,
"Ingatkah engkau, ketika engkau berjalan di pinggiran kota Baghdad, engkau menemukan seekor anak kucing yang kedinginan dan merapatkan tubuhnya ke sebuah tembok. Kemudian karena merasa kasihan, engkau mengambil anak kucing itu dan memasukkannya ke dalam saku jubahmu agar ia terjaga dari kedinginan?"
"Iya," jawab Imam As-Syibli.

Allah SWT berfirman,
"Karena rasa kasihmu pada anak kucing itulah Aku berkenan mengampunimu."

Imam As-Syibli bersyukur telah mendapatkan ampunan Allah SWT. Ia sendiri tak menyangka jika amal menolong kucing itulah yang mengantarkannya mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.

Setelah mendapatkan penjelasan itu, teman Imam As-Syibli sadar bahwa amal ibadah yang dilakukan di dunia aini tidak menjadi jaminan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Bisa jadi ampunan itu karena amal-amal lain yang mungkin ringan dan remeh untuk dikerjakan, seperti menolong hewan dan tumbuhan.

Batal Masuk Neraka Karena Sahabat Saleh

Assalamu'alaikum wr. wb.

Sahabat, ketahuilah bahwa teman yang baik itu akan membawa seseorang pada kebaikan. Dan sebaliknya, teman yang buruk hanya akan menjerumuskan kepada kemaksiatan. Itulah hikmah yang terkandung dalam kisah di bawah ini. Berkatberteman dengan orang saleh, seseorang yang akan masuk neraka akhirnya diampuni dan dimasukkan ke dalam surga.

Berikut Kisahnya

Di dalam Kitab Durratun Nashihin karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Al Khaubawiyiyi diceritakan bahwa ada dua orang yang bersahabat karib di dunia. Namun, ketika meninggal dunia, keduanya mendapatkan perlakuan yang tidak sama.

Satu orang dari keduanya adalah orang saleh yang meninggal dunia dengan tenang. Seumur hidupnya diisi dengan amal ibadah dan perbuatan baik. Sementara itu, yang satunya banyak menghabiskan waktunya di dunia dengan perbuatan maksiat dan melanggar perintah Allah SWT.

Dijelaskan dalam kitab tersebut, ketika orang saleh itu meninggal dunia, ia diterima oleh Malaikat Ridwan dengan rasa hormat.
Sambil membungkuk, Malaikat Ridwan berkata,
"Silahkan Tuan masuk surga yang merupakan hak Tuan. Saya antarkan sampai ke pintu gerbangnya." 

Menolong Sahabat

Dengan rasa penuh suka cita, orang saleh itu melangkah menuju surga. Namun, tiba-tiba ia tersentak kaget, lalu menghentikan langkahnya. Ia mendengar suara yang sudah sangat dikenalnya,
"Sahabatku, tolongah aku. Atas nama persahabatan kita yang akrab, selamatkanlah aku dari neraka, "begitu suara itu yang terus menerus memanggil orang saleh tersebut.

Orang saleh tersebut memperhatikan sekeliling dan mencari-cari asal suara itu. Dilihatnya ada seorang laki-laki sedang diseret-seret menuju neraka oleh Malaikat Malik yang wajahnya begitu menakutkan.
"Ya Allah, laki-laki itu adalah sahabatku semasa hidup di dunia dulu, "guman orang saleh itu.

Karena merasa prihatin dengan apa yang dialamioleh sahabatnya itu, orang saleh tersebut akhirnya tidak mau masuk ke surga. Ia malah minta untuk diantarkan ke neraka.
"Antarkanlah saya ke neraka, "pinta orang saleh itu kepada Malaikat Ridwan.

Mendengar pernyataan itu, Malaikat Ridwan terperanjat kaget. Dan dengan keras dia menolak permintaan orang saleh itu.
"Bagaimana saya akan membawa Tuan ke neraka, padahal saya diperintahkan mengantar Tuan ke surga? Silahkan Tuan, tidak usah ragu-ragu. Surga yang indah itu milik Tuan dan saya akan melayani Tuan secara baik-baik, "jelas Malaikat Ridwan meyakinkan orang saleh tersebut.

"Aku tidak membutuhkan surga maupun pelayananmu. Bawalah saya ke neraka, "ujar orang saleh itu dengan suara agak keras.

Karena merka saling bersitegang dengan pendiriannya masing-masing, maka terdengarlah sebuah suara gaib Yang Maha Agung.
"Wahai malaikatku, sebenarnya Aku telah mengetahui apa yang tersembunyi di balik dada hambaKu yang saleh ini.amun, agar lebih jelas bagimu, tanyakan sendiri kepadanya kenapa ia memilih neraka daripada surga, "kata suara itu.

Malaikat Ridwan segera memenuhi perintah itu dan bertanya,
"Mengapa Tuan lebih menyukai neraka daipada surga?"
"Engkau lihat orang yang sedang diseret-seret menuju neraka itu? Ia adalah sahabatku selama hidup di dunia. Ia menjerit-jerit minta tolong agar aku membebaskannya dari ancaman neraka. Aku sadar sepenuhnya, tidak mungkin aku yang lemah ini menyelamatkannya dari neraka dan membawanya ke surga. Karena itu, lebih baik aku yang ke neraka agar dapat bersama-sama dengannya, "ujar orang saleh itu.

Ikut Menuju Surga

Mendengar jawaban ini, Malaikat Ridwan semakin kaget dan terharu.

Kemudian terdengarlah suara gaib kembali.
"Wahai hambaKu yang saleh, dengan segala kelemahanmu, engkau rela masuk neraka untuk bersama-sama dengan sahabatmu yang telah menemanimu sebentar saja di dunia. Padahal, sepanjang umurmu, engkau begitu taat dan berbakti kepadaKu, memujaKu sebagai Tuhanmu. Bagaimana Aku rela membiarkanmu masuk neraka? Karena itulah Aku hadiahkan sahabatmu itu untukmu, dan ajaklah dia masuk surga bersamamu. Inilah ganjaran yang sepadan bagimu, "terang suara itu.

Maka, dengan ke-Maha Pengampunan Allah SWT kepada makhlukNya itu, kedua sahabat karib tersebut akhirnya diantarkan ke surga dan masuk ke dalamnya. Ahli maksiat itu mendapatkan hikmah berupa kenikmatan lantaran dirinya berkumpul dan bersahabat dengan orang saleh semasa hidupnya di dunia.

Wallahu A'lam....

MACAM - MACAM JODOH

Jodoh itu ada 3 macam, diantaranya jodoh dari Syaitan, jodoh dari Jin, dan jodoh dari Allah.

1. Jodoh dari Syaitan : Anda berdua berkenalan, berpegangan tangan dan buat maksiat. Akhirnya si wanita mengandung baru Anda menikah.

2. Jodoh dari Jin : Anda suka pada dia namun dia tdk suka padamu. Akhirnya cinta di tolak dukun bertindak, dan akhirnya dia mau menikah dgnmu

3. Jodoh dari Allah: Anda berdua saling berpandangan yg akhirnya menusuk kalbu, anda meminangnya & dia menerima pinanganmu & anda berdua menikah.

semoga kita mendapatkan jodoh nomor tiga. Aamiin

Canggihnya Penciptaan Belalang Dalam Al-Qur’an

....:::::: Canggihnya Penciptaan Belalang Dalam Al-Qur’an ::::....

Kawanan belalang berbondong-bondong menyerang wilayah Arab dari Mauritania melalui Oman. Kita tahu betul bagaimana sepak terjang kawanan yang mengkhawatirkan ini. Kecemasan pun menyelimuti para petani dan ahli pertanian. Kita melihat bagaimana ia mampu mengobrak-abrik stiap dedaunan hijau yang ada dihadapannya. Kita juga melihat bahwa belalang ini berjalan dengan keteraturan yang mengagumkan. Padahal sebagaimana kita tahu bahwa jenis serangga ini memiliki bagian otot yang sederhana, terdiri dari beberapa ikatan otot pokok..

Dari sini, seseorang akan berdecak kagum melihat pengaturan yang luar biasa pada kawanan serangga ini. Fenomena ini harus kita cermati dari bebagai sudut pandang ilmiah dan aqidah, tidak hanya terbatas pada uraian sekuler semata.

Sebagaimana diketahui bahwa belalang dapat terbang untuk jarak tempuh yang jauh. Kadang-kadang seekor belalang terpisah dengan kawanannya sejauh 100 km dalam satu hari. Ia makan setiap harinya dua kali lipat dari beratnya. Kawanannya mencangkup jutaan belalang dan berpisah-pisah sejauh 350 km pada setiap bulannya. Dengan kekuatan tulang yang dimilikinya, ia mampu mengepakkan sayapnya selama enam belas jam dalam sehari.

Kawanan belalang yang terbang di udara menyengaja untuk berhenti pada malam hari pada tumbuh-tumbuhan yang ranum. Mereka bertengger di pohon-pohon kayu untuk berteduh sambil mengumpulkan cadangan makanan yang akan membantunya mengawali aktivitas di pagi hari. Oleh karena itu, menurut para ahli ilmu serangga, waktu yang tepat untuk membasmi kawanan belalang adalah setelah matahari terbenam.

Pada pagi hari, saat matahari mulai memancarkan cahayanya, masing-masing kawanan belalang yang bertengger di pepohonan merasakan hawa hangat. Mereka pun langsung menggerakkan sayap-sayapnya kemudian terbang menempuh jarak tertentu di sekitar wilayah penyebarannya. Ketika hawa panas bertambah, belalang-belalang ini mengayuh arah terbangnya ke tempat yang lebih tinggi. Dengan begitu, belalang-belalang tersebut mulai membentuk kawanan untuk terbang tinggi di wilayah penyebaran mereka.

Ketika beberapa personil kawanan mereka ada yang bertahan untuk bertengger, maka inilah akhir dari sebuah kawanan. Sebuah kawanan tidak akan diakhiri (dengan berpisah-pisah) kecuali setelah mereka menemukan arah terbangnya. Demikianlah sebuah kawanan terbang itu dimulai sebelum nantinya diakhiri dengan bercerai-berai. Setelah suhu panas di sebuah tempat sampai pada derajat yang paling tinggi (23-40¬0C), kawanan belalang terbang tinggi di udara dengan sempurna.

Pembagian personel dalam satu kawanan berbeda-beda dari satu tempat ke tempat yang lain. Kita menemukan kaki-kaki dari personel kawanan belalang itu tertata rapi, gerakan langkahnya sama, dengan semua kepala menghadap ke depan. Kita juga menemukan pembagian di tengah kawanan tersebut dilakukan secara acak. Dari pembagian atau penyebaran secara acak tersebut menjadikan arah angina yang berlawanan bertambah kencang menerpa kawanan ini.

Anehnya, kawanan belalang ini memiliki sebuah indicator, yaitu saat mereka merasa personel paling belakangnya telah tertinggal jauh dari personel paling depan, barisan kawanan pun semrawut dan para anggotanya bercerai-berai, maka barisan paling depan akan memperlambat gerakannya, sehingga mereka yang berada di belakang dapat menyusulnya untuk bergabung kembali ke dalam barisan. Dengan begitu kawanan belalang ini selalu dapat menjaga stabilitas bentuknya. Tidak mungkin ada seekor belalang kabur dari kawanan ini dan keluar jauh dari bentuk barisan untuk terbang bebas. Seandainya itu terjadi, maka ia akan segera bergabung untuk kedua kalinya dalam kelompoknya.

Demikianlah, kita ketahui bersama bagaimana belalang yang tidak berakal ini dapat berkerumun, mengarahkan tempat dan lalu perjalanannya dengan cara yang mencengangkan. Bagaimana rasa cemas menyelimuti hati manusia saat kawanan belalang itu ada. Karenanya, tepat sekali firman Allah SWT sebagai berikut:

فَأَرسَلنا عَلَيهِمُ الطّوفانَ وَالجَرادَ وَالقُمَّلَ وَالضَّفادِعَ وَالدَّمَ ءايٰتٍ مُفَصَّلٰتٍ فَاستَكبَروا وَكانوا قَومًا مُجرِمينَ ﴿١٣٣﴾ وَلَمّا وَقَعَ عَلَيهِمُ الرِّجزُ قالوا يٰموسَى ادعُ لَنا رَبَّكَ بِما عَهِدَ عِندَكَ ۖ لَئِن كَشَفتَ عَنَّا الرِّجزَ لَنُؤمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرسِلَنَّ مَعَكَ بَنى إِسرٰءيلَ﴿١٣٤﴾ فَلَمّا كَشَفنا عَنهُمُ الرِّجزَ إِلىٰ أَجَلٍ هُم بٰلِغوهُ إِذا هُم يَنكُثونَ﴿١٣٥﴾ فَانتَقَمنا مِنهُم فَأَغرَقنٰهُم فِى اليَمِّ بِأَنَّهُم كَذَّبوا بِـٔايٰتِنا وَكانوا عَنها غٰفِلينَ ﴿١٣٦﴾

“Kami pun menghantarkan kepada mereka taufan, dan belalang, dan kutu, dan katak, dan darah, sebagai tanda-tanda dan bukti yang jelas nyata, maka mereka juga tetap berlaku sombong takabur dan menjadi kaum yang mendurhaka. Dan apabila azab yang tersebut itu menimpa mereka, mereka (merayu dengan) berkata: “Wahai Musa! Pohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami dengan (kehormatan) pangkat Nabi yang diberikanNya kepadamu (yang menjadikan permohonanmu sentiasa makbul). Sesungguhnya jika engkau hapuskan azab itu daripada kami, tentulah kami akan beriman kepadamu, dan sudah tentu kami akan membebaskan kaum Bani Israil (pergi) bersamamu”. Setelah Kami hapuskan azab itu dari mereka, hingga ke suatu masa yang tertentu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mencabuli janjinya. Maka Kami pun membalas mereka, lalu Kami menenggelamkan mereka di laut dengan sebab mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka sentiasa lalai daripadanya. (QS. Al-A’raf [7]: 133-136).

Apakah ayat-ayat tentang kawanan belalang yang menyerbu wilayah Arab setiap saat itu perlu dicela? Atau, kita memahami segala fenomena yang ada dengan paradigma sekuler dan mendustakan perkara-perkara yang abstrak sambil menunggu prahara dan adzab itu tiba?

Sebagian orang berpandapat bahwa pesawat terbang dan racun pembasmi mampu menghalau kawanan belalang. Orang seperti itu tidak berfikir panjang berapa banyak racun pembasmi serangga yang harus dikeluarkan dan dampaknya pada kerusakan tanaman dan lingkungan sebab racun tersebut. Racun pembasmi yang mematikan itu akan membuat punahnya siklus kehidupan dan rusaknya rantai makanan. Dengan begitu, ekosistem lingkungan menjadi rusak dan sulit untuk diperbaiki kembali. ( ajaibdananeh.blogspotdotcom)

Allah berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 13

Allah berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 13 yg artinya "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kam saling mengenal. Sesungguhnya orang yg paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yg paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Berdasarkan ayat diatas maka sudah seharusnya kita menjaga kerukunan antar umat, bukannya hanya dgan sesama umat islam tetapi juga dengan umat agama lain. Allah sengaja menciptakan kita berbeda-beda dari suku bangsa yg berbeda, latar belakang yg berbeda, dan hal lain yg berbeda dengan tujuan untuk saling mengenal satu sama lain bukan untuk menimbulkan perpecahan. Perbedaan yg ada diantara kita adalah pewarna dunia, maka jadikanlah perbedaan sebagai alat untuk mencapai persatuan dan kesatuan.